Claudia's travel footprints

Work in Japan: Tips Sukses Wawancara Kerja

Work in Japan: Tips Sukses Wawancara Kerja

Akhir-akhir ini kita sering temui banyak sekali agensi yang menawarkan kesempatan bagi warga negara Indonesia, khususnya mahasiswa universitas-universitas di Indonesia, untuk dapat bekerja di Jepang selepas menyelesaikan studinya. Bagi kawan-kawan yang bercita-cita untuk dapat bekerja di perusahan-perusahan Jepang, jangan khawatir, karena ada tips-tips jitunya. Berikut adalah beberapa point yang harus diperhatikan dan dipersiapkan.

1. English Speaking Skill

Beberapa perusahaan Jepang tidak mensyaratkan kemampuan berbahasa Jepang bagi calon karyawan yang berasal dari luar Jepang. Sebagai gantinya, wawancara akan dilakukan dengan Bahasa Inggris. Tidak perlu sampai selevel native-American, hanya kelancaran dalam berbahasa Inggris ini sangatlah penting. Mengapa? Pasti ada alasan dong kenapa mereka mau meng-hire tenaga kerja non-Japanese yang mungkin sama sekali belum bisa berbahasa Jepang. Yap, tentunya perusahaan-perusahaan Jepang saat ini sedang gencar-gencarnya dalam transformasi global agar tetap dapat bersaing di pasar global. Jadi, mereka mencari tenaga kerja dari luar Jepang, yang diharapkan mampu membantu transformasi ini.
Kalau kalian memiliki dasar Bahasa Jepang, tentunya hal tersebut juga menjadi nilai plus yang akan dipertimbangkan.

Tips jitu: cobalah berlatih melakukan full self-introduction menggunakan Bahasa Jepang saat wawancara.

Contoh: こんにちは、○○と申します。インドネシアから来ました。大学時代は○○大学に○○を研究していました。日本の文化に興味があるので、日本語を少し勉強しています。よろしくお願い致します。
Konnichiwa, (nama) to moushimasu. Indonesia kara kimashita. Daigaku jidai wa (nama universitas) ni (topik riset/skripsi/tesis saat di universitas) o kenkyuushiteimasu. Nihon no bunka ni kyomi ga aru node, Nihongo o sukoshi benkyoushiteimasu. Yoroshikuonegai-itashimasu.

2. Willingness to Learn

Setiap perusahaan pastinya menginginkan kandidat berpotensi yang dapat memperkuat eksistensi perusahaan. Sebagai fresh graduate pastinya kita masih minim pengalaman kerja, pengetahuan, dsb. Tapi jangan khawatir, kalian tetap bisa melalukan self appeal dengan menjelaskan bahwa kalian adalah seorang yang passionate dalam menjalani bidang tersebut.

Tunjukkan bahwa kalian adalah orang yang selalu mau belajar. Contohnya, jika muncul case pertanyaan yang dari hiring manager seperti, “Saat tidak ada projek di kantor, apa yang akan anda lakukan untuk mengisi waktu luang?”

Apa yang terlintas di benakmu ketika pertanyaan seperti ini dilontarkan? Ini adalah kesempatan jitu untuk menunjukkan bahwa kalian senang belajar hal baru. Cobalah untuk menjelaskan bahwa waktu luang saat tidak ada projek akan kalian gunakan untuk belajar dan mengikuti sertifikasi. Bisa juga katakan, saat no-project adalah saat berharga untuk belajar hal baru atau berkarya membuat sebuah paten bersama tim.

Hiring manager akan sangat senang jika calon kandidatnya adalah seorang yang selalu ingin belajar dan mendalami hal baru. Tentunya hal ini sangat berdampak positif bagi perusahaan.

3. Perbanyak Wawasan Mengenai Jepang

Sebenarnya hal ini tidak harus, tapi menurut saya poin ini bisa menjadi poin lebih bagi kalian yang melakukan wawancara dengan perusahaan Jepang. Recruiter adalah orang Jepang, jadi beliau pasti senang kalau kalian sedikit banyak tahu dan mengagumi Jepang (negaranya). Tidak harus yang berbau teknologi, kalian bisa sebutkan bermacam-macam aspek pengetahuan tentang Jepang. Misalnya budaya tradisional, makanan, anime, musik, entertainment, dsb.

Topik seperti ini juga sangat berguna untuk mencairkan suasana wawancara. Kalian bisa sharing apa-apa saja yang mengundang ketertarikan pada negri Matahari Terbit ini.

Semakin kalian menggali lebih dalam tentang Jepang, semakin kalian akan tahu karakter apa yang diiginkan recruiter untuk kandidat orang asing seperti kalian.

4. Mudah Beradaptasi

Saat kalian bekerja di perusahaan Jepang, kalian tidak hanya harus beradaptasi dengan internal working environment-nya saja, melainkan kalian juga harus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial sekitar. Hiring manager pun menyadari bahwa ingkungan sekitar akan sangat mempengaruhi peforma kerja kita di kantor kelak.

Oleh sebab itu, para hiring manager akan bertanya soal kesiapan kalian tingall di lingkungan kerja dan sosial baru nantinya. Apakah kalian tipe yang mudah beradaptasi, ataukah yang sulit adjust dengan lingkungan di luar comfort zone.

Tidak hanya untuk beradaptasi di Jepang, melainkan kemampuan adaptasi kalian diperlukan untuk segala kasus dan kondisi. Tunjukkan bahwa kalian adalah pribadi yang fleksibel terhadap perubahan. Bisa saja di kemudian hari perusahaan menugaskan kalian untuk pindah cabang di luar kota atau mungkin pindah cabang ke luar negeri.

5. Global Mindset

Bekerja di Jepang artinya kalian harus siap untuk keluar dari zona nyaman dan bertransformasi menjadi pribadi yang memiliki mindset global. Lingkungan kerja global yang ditawarkan tidak hanya mengharuskan kalian untuk berbicara bahasa Internasional (Inggris) dengan orang asing, melainkan cara berpikir kalian juga harus pula internasional.

Apa sih global mindset itu sebenarnya?

Global Mindset is the ability to absorb information, traditions, and cultural norms from around the world and be able to conceptualize how to make an impact in all environments.

study.com

Keanekaragaman adalah kunci dari kesuksesan sebuah bisnis karena dengan keberanekaragaman ras, suku, budaya, dan bahasa inilah yang kemudian akan melahirkan ide-ide inovatif yang tentunya akan sangat berdampak pada kamajuan sebuah perusahaan.
Toh salah satu alasan mengapa perusahaan-perusahaan Jepang ini merekrut warga negara asing adalah untuk mendukung kampanye global di perekonomian Jepang.

Ada 5 karakter yang memengaruhi kemampuan kita untuk berinteraksi secara efektif dengan budaya yang berbeda:

  1. Openness (Keterbukaan)
  2. Flexibility (Fleksibilitas)
  3. Social dexterity (Kecekatan sosial)
  4. Emotional Awareness (Kesadaran emosional)
  5. Curiosity (Keingintahuan)

Coba dilihat ke diri masing-masing, seberapa terbukakah kitaterhadap berbagai tipe cara mengelola/menjadi anggota di dalam suatu tim. Apakah kita sudah cukup fleksibel untuk ketika pendapat kita berbeda dengan orang lain (bahkan pendapat orang tersebut cenderung “aneh” bagi kita)? dan seberapa mudah kita bisa memulai percakapan dengan orang asing?


Discussing cultural differences with your global colleagues is a great way to build trust and develop strategies for success.

trainingindutry.com

6. A Clear Career Timeline

Visis Misi (pandangan jangka panjang) merupakan hal yang sangat penting dalam wawancara. Tidak hanya untuk perusahaan Jepang,di mana pun kalian melakukan wawancara, poin ini memiliki pengaruh sangat besar. Cobalah mempersiapkannya dahulu, agar saat wawancara berlangsung, kalian dapat mengutarakannya secara lancar dan to the point.

Usahakan kalian mempersiapkan timeline career plan sespesifik mungkin sebelum wawancara. Skill and pencapaian apa saja yang ingin kalian raih pada jangka waktu tertentu di perusahaan.

Tips jitu: Buatlah rancangan time-based career plan

  • Rencana setelah 3 tahun bekerja.
  • Rencana setelah 10 tahun bekerja.

7. Smile and Behave Positively

Smiling is an essential part in job interview.

Tapi jangan terlalu berlebihan ya, harus tetap sesuai takaran. Senyum ini berguna untuk meregangkan suasana menjadi lebih rileks dan friendly. Juga, tunjukkan kalau kalian adalah seseorang dengan vibe yang positif. Jangan pernah menjelek-jelekkan apapun saat wawancara ini. Jangan komplain (misal kalian statusnya sedang bekerja di suatu perusahaan), atau pun berkata yang tidak sopan. Jaga attitude, manner, dan jangan lupa tersenyum.

Terkadang recruiter juga akan bertanya mengenai hal pribadi seperti hobi atau kebiasaan yang kalian lakukan saat waktu luang/weekend. Hal ini penting ditanyakan karena recruiter ingin tahu bagaimana kalian menyeimbangkan antara passion bekerja dengan passion hobi. Toh pekerjaan tidak akan selamanya mulus, pasti ada challenge halangan dan rintangan yang akan membuat stres di kemudian hari. Nah, dengan adanya hobi inilah yang akan meredakan stres ini.

Usahakan pula menjawab pertanyaan ini dengan senyum sumringah, karena recruiter akan tahu bahwa kalian tidak hanya passion di professional matters saja melainkan juga dengan hobi yang dapat menciptakan work life balance.

Why smiling is important in job interview?

That’s because the majority of us mimic a smile when we see one, and smiling sends a signal to the brain which reinforces and promotes feelings of joy and pleasure. So, if you want your interviewer to relax and enjoy your interview then remember to smile.

careeraddict.com

This is much the same in an interview room. A light, relaxed smile helps put others at ease and conveys a sense of calm, control and even confidence. Smiling can help diffuse a wrong answer, fill in the gap in a lull in conversation or convey a sense of humor or light sarcasm if the situation calls for it.

simplyhired.com

–Mengenai penulis–

Penulis merupakan 社会人 (shakai-jin) dari salah satu perusahan IT di Jepang. Sudah 2 tahun bekerja sebagai engineer di Kanto area, Jepang.

Feel free to reach out if you have something to ask. Will be so happy that my writing actually may help/give insight to somebody 🙂

Reach me by writing on commet section below or lets connect on instagram ! Semoga sukses!



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *