Claudia's travel footprints

Pengalaman 2 kali Internship di Jepang

Pengalaman 2 kali Internship di Jepang

Sedikit mau sharing mengenai pengalaman saya internship di Jepang saat berstatus mahasiswa. Hingga saat ini (sekarang sudah lulus), saya pernah merasakan 2 kali internship di Jepang. Nanti akan saya bahas satu per-satu yah…

1. Fujitsu Limited, Kawasaki-shi, Japan

Ini adalah intership pertama saya. Bahkan di Indonesia sendiri pun saya belum pernah melakukan internship sebelumnya. Awalnya saya benar-benar tidak menyangka jika saya dapat melakukan internship bahkan di-hire sebagai full time employee. Berawal dari coba-coba mengikuti Asean Career Fair 2016 di Singapore. Sebelum hari H, Fujitsu melakukan pre-screening bagi siapa saja yang berminat mendaftar di Fujitsu kelak. Ada formulir dan essay yang harus di isi. Karena saya pikir work field Fujitsu sesuai dengan major saya (electrical engineer), maka saya mencoba daftar dan membuat essay. Waktu itu essay saya ngasal banget… Saya diminta menjelaskan mengenai kontribusi apa/skill apa yang dapat saya berikan jika kelak bekerja di Fujitsu. Saat itu saya jawabnya something berkaitan dengan green technology gitu (hasil googling di homepage fujitsu, secara saya dulu ga tau Fujitsu itu perusahaannya ngapain selain bikin laptop, server, atau IT hardware lainnya).

Selang beberapa hari saya mendapat email balasan bahwa saya berhasil jadi salah satu candidate untuk diwawancara oleh pihak Fujitsu di Singapore nanti dengan nomor urut SATU. Jadi jadwalnya itu jam 10 ACF nya buka, dan saat itu juga saya harus langsung wawancara. It was my first time having a job interview with Japanese company. Bersamaan dengan email tersebut, mereka juga meng-attached daftar departemen-departemen yang posisinya available di Fujitsu. Mengenai green techno yang saya tulis di email TIDAK ADA. Hanya ada 2 posisi yang saya kira related with my major, yang pertama something about network manufacturing and yang kedua Network Solution Business Unit/DOCOMO Business Unit. Karena saya basicnya orang telco, dan saya tau kalau docomo itu telkomsel-nya Jepang jadi segampang itu saya memutuskan mau memilih yang opsi kedua 😀 (padahal belum tau itu ngapain)

Ternyata saya sangat menikmati proses wawancaranya. Mungkin karena saya pernah tinggal di Jepang selama satu tahun dulu, jadi saya dapat berbicara banyak mengenai pengalaman saya hidup di sana, research saya, dan lain sebagainya. Ketika ditanya ingin masuk departemen mana di Fujitsu, otomatis saya bilang ingin jadi system engineer di Network Solution Business Unit/DOCOMO Business Unit. Lalu si pewawancara bingung, lha saya ngisi di essay green green techno gitu hahaa.. Beliau bingung, saya pun bingung juga XD

Tapi gapapa, jujur saja dulu kan belum tau departmene-departemen yang posisinya available apa saja. oh ya tips nih! Never lie to interviewer, just be honest 🙂 and don’t take too much time to think about your answer, just let it flow.

Bisa dibilang interview berjalan lancar. Oh ya, sepengalaman saya nih ya. Japanese company who hires non-japanese speaker foreigner sangat mengapresiasi kalau kalian pernah tinggal di luar negeri sebelumnya atau sering ke luar negeri sebelumnya. Kenapa? karena bagi mereka, kalian akan dianggap mandiri and be able to get out from your comfort zone in your home country. Thus, they have less worry about you guys working in the new environment and country like Japan. And also, even english is not your first language, they expect you to be so fluent in english (mostly your SPEAKING skill).

2. Tokai Electronics Japan Inc.

Mungkin kalian belum terlalu familiar dengan perusahaan yang satu ini. Sama!!!

Jadi TEJ ini adalah shosa (trading company) di bidang automotive, electronics, dan semiconductor.

Asal mula saya mendapat intership ini adalah dengan mendaftar di kampus. Kebetulan kampus saya (UI),Career Development Center, ada kerja sama dengan beberapa perusahaan Jepang untuk internship mahasiswanya. Kebetulan saat itu TEJ buka,dan saya pikir field nya related dengan major saya. Akhirnya bulan Desember 2015 saya daftar dengan kirim beberapa essay, transcript, dll. 2 minggu berselang saya diundang wawancara oleh pihak CDC UI nya. Ada lumayan banyak anak UI lainnya yang menunggu wawancara untuk Tokai juga ternyata. Saya diem aja, yang lain ngobrol satu sama lain (introvert just being introvert)

Tiba lah saya yang diwawancara, saat wawancara saya bukan orang yang introvert dong. Saya banyak bicara juga soal pengalaman saya di Jepang dulu saat student exchange (senjata andalan).

Bisa dibilang wawancaranya lancar. Akan tetapi menurut saya proses untuk saya intership di TEJ ini lamaaaaa sekaliiiii… Baru pada bulan April kalau tidak salah saya dikabari kalau saya jadi top 3 candidate dari UI yang akan diwawancara oleh pihak TEJ dari Jepang langsung by skype. Saat wawancara tiba, I was just being myself, I sometimes talked in Japanese (trying to impress them with my super low level Japanase hahaha~).

Kemudian, sekitar sebulan berikutnya saya diinfokan kalau saya terpilih jadi kandidat yang akan melakukan intership di TEJ. Alhamdulillah.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *