Claudia's travel footprints

Membuat Visa Schengen di Tokyo, Jepang

Membuat Visa Schengen di Tokyo, Jepang

Kali ini saya mau berbagi pengalaman waktu bikin visa schengen. Tapi saya bikinnya tidak di indonesia, melainkan di Jepang (karena saat ini saya sedangi berada di Jepang).

Awalnya saya mengira bahwa mengurus visa schengen itu ribet, karena berdasarkan testimoni dari temen lab, dia pernah ditolak sewatu mengajukan aplikasi visa schengen. Tapi memang, hal tersebut sangat tergantung pada beberapa hal, salah satunya adalah kedutaan yang kita pilih saat mengajukan aplikasi visa schengen. Kebetulan saat itu saya mengajukan di Kedutaan Besar Italia yang berlokasi di Tokyo.

Booking.com

1. Bagian Pertama

Karena domisili saya tidak di ibukota, jadi tengah malam saya berangkat dari Sendai menuju Tokyo menggunakan bus malam. Sampai di Tokyo sekitar pukul 6 pagi. Lalu saya dan seorang teman (saat itu memang sedang bersama-sama mengajukan aplikasi visa schengen) memutuskan untuk berjalan dari terminal bis ke kantor kedutaan Italia. Berdasarkan Google Maps, waktu tempuh adalah sekitar 45 menit dengan berjalan kaki. 

Sekitar pukul 8.30 kami sudah menemukan kantor kedutaannya. Ternyata jam buka untuk pengurusan visa masih pukul 9.30 dan akan tutup pada pukul 11.30 (sangat singkat! mengingat warga Jepang kalau mau ke Eropa memang tidak pakai visa).

Keterangan:

Visa Schengen-Turis

Biaya : 8100 yen

Persiapan dokumen:

1. Bank statement 640 yen

2. Insurance 36 euro

3. Fotokopi paspor + asli

4. Fotokopi resident card + asli

5. Multiple entry to Japan (Tertulis di Visa Jepang)

6. Bukti booking hotel + flight

(Untuk hotel, kalian bisa sertakan bukti reservasi yang dapat dicancel dengan booking pada situ-situs online seperti booking.com, agoda.com, dsb.)

Booking.com

7. Letter of acceptance by organizer (jika anda sedang mengikuti konferensi, dsb.)

(Student)

8. Certificate of enrollment as a student in Japanese University (karena saat itu saya berstatus mahasiswa)

(会社員・Employee)

9. Surat keterangan bekerja di Jepang

10. Surat izin mengambil cuti

11. Slip Gaji

Poin 9,10,11 anda bisa dapatkan dengan cara rekues ke Human Resource department masing-masing perusahaan.

2. Bagian Kedua

Hari itu, bertepatan dengan national holiday di Jepang, saya pun berniat untuk pergi ke luar bersama teman. Namun pagi itu saya sempatkan mengecek mail box di lantai dasar di asrama tempat saya tinggal. Whoops! saya mendapati terdapat secarik kertas bertajuk “Undelivered letter” dari Kantor Pos Jepang dan pengirimnya adalah Ambassador of Italy. Wow! Senang dong! Saya hanya perlu membayar 610 yen untuk menebus paspor saya di kantor pos.

Baca Juga:

Booking.com

3. Bagian Ketiga

(Update) Hingga saat ini saya terhitung pernah mengajukan aplikasi visa di kedutaan Italy dan Czech Republic di Tokyo. Berikut pesan dan kesan yang saya rasakan.

  • Dibandingkan dengan saat mengajukan di Kedutaan Besar Czech Republic, Kedutaan Besar Italy terbilang lebih mudah dan tidak terlalu “kibishii” (strict) dalam urusan mengumpulkan dokumen. Bahkan saat saya apply di kedubes Italy, saya tidak menyertakan travel itinerary.
  • Buatlah appointment untuk pembuatan visa sebelum anda pergi ke kedubes. Seiring dengan semakin banyaknya demand pembuatan visa Schengen di Jepang, kedubes/konsulat jenderal di Tokyo kini memberlakukan peraturan service by appointment. Jadi anda perlu menelfon ke kantor kedubesnya dan membuat appointment.
  • Jika anda tidak mau bolak-balik ke kedubes (2 kali untuk submit dokumen dan mengambil paspor) pilihlah opsi untuk pengiriman paspor ke rumah anda. Di sini anda perlu membayar biaya penguriman sekitar 600-700 yen sesuai dengan lokasi anda.

Sekian tips untuk mengajukan aplikasi visa Schengen di Jepang dari saya, jika masih ada yang ingin ditanyakan, silahkan bertanya di kolom komentar.
xoxo

Baca juga: Backpacking Travel to Prague, Czech Republic



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *