Claudia's travel footprints

Katanya Liburan di Jepang Mahal?! Tips Berhemat Liburan Murah di Negeri Sakura

Katanya Liburan di Jepang Mahal?! Tips Berhemat Liburan Murah di Negeri Sakura

Seiring dengan semakin gencarnya promosi pariwisata Jepang, nampaknya hal ini berdampak juga pada tingkat antusias turis Indonesia untuk berwisata ke Jepang. Jepang tercatat masih menjadi destinasi yang populer bagi turis Indonesia, terutama yang menggunakan e-paspor dan e-visa. Akan tetapi, Jepang merupakan negara di Asia yang terkenal akan stigma biaya hidup yang tinggi. Banyak yang mengatakan bahwa biaya hidup di negeri samurai ini setara dengan biaya hidup di negara-negara Eropa atau Amerika Utara. Lantas bagaimana dengan liburan di Jepang? Apakah liburan di Jepang bisa dilakukan dengan budget minim? Apa saja yang dapat dihemat? Bagaimana tips untuk berhemat di Jepang?

Baca Juga:

Untuk urusan budget, jangan khawatir. Kali ini saya akan membagikan tips lengkap traveling murah di Jepang. Seperti biasa, saya menyediakan jump link kalau kalian ingin langsung loncat ke bagian yang diinginkan.

Jump Link:

Food | Accomodation | Transportation | Shopping

Food

1. Take away

Kenapa sih makan di restoran di Jepang mahal? Yap, restoran-restoran ini pastinya modalnya lebih besar, mengingat harus sewa space untuk dine-in, yang harganya lumayan (apalagi kalau di dalam mall atau tourist center) , belum lagi harus menggaji ekstra karyawan untuk cuci piring, bersih-bersih meja bekas pengunjung, dsb. Oleh sebab itu, take-away only restaurant tentunya menghadirkan menu-menu dengan harga yang lumayan nyaman di kantong. Contohnya kebab stall yang menjamur di spot-spot turis di Jepang, atau street food seperti takoyaki, yakisoba, yaki imo (ketela panggang), taiyaki (kue ikan) dll.

2. Standing Soba/Udon

Standing soba di dalam stasiun

Jika kalian tipe yang suka dine-in dan mendapat makanan yang sedap, mengenyangkan serta sangat nyaman di kantong alias limited budget, pilihan terbaik jatuh pada kedai standing soba/udon. Kenapa dinamakan demikian? Yap, kalian akan menyantap hidangan dengan berdiri. Biasanya kedai standing soba/udon ini berada di stasiun-stasiun di mana orang biasanya buru-buru akan naik kereta, tapi lapar…. Jadilah makan di standing soba/udon ini. Disediakan kursi sih kalau kalian minta, tapi mostly di sini orang-orang makan dengan cepat (diburu waktu, dsb). Rasanya pun enak lohhh. Cara pesannya biasanya kalian hanya cukup memilih menu/topping lewat vending machine yang telah disediakan, kemudian menyerahkan kertas receipt menu yang kalian order kepada kokinya di dalam kedai. Harganya seporsi soba/udon di sini cukup nyaman dikantong kok, sekitar 300 yen-700 yen saja kalian sudah bisa menyantap hidangan ini. Minuman? Air putih di Jepang selalu gratis! (Hampir semua air keran bisa dimimun) Jadi jangan khawatir, harga tersebut sudah plus minum air putih. Biasanya juga di beberapa kedai soba/udon di sediakan ocha panas gratis.

Satu set soba dan nasi

3. Convenience Store’s

Seperti halnya di Indonesia, di Jepang juga terdapat banyak sekali convenience store atau yang biasa disebut konbini (“conveni:pronounced as kon-bini:-ence” store) semacam Lawson, Family Mart, 7Eleven, Daily Yamazaki, dsb. Bahkan Lawson mengluarkan retail 100 yen shop yang diberi nama Lawson100.

Makanan yang di jual di konbini harganya cukup terjangkau. Kalau kalian sangat on budget, onigiri (riceballs) di konbini akan sangat menyelamatkan kantong dan perut di saat lapar. Harga onigiri di konbini berkisar antara 100 hingga 200 yen perbuah (sekitar Rp 15.000). Selain onigiri jika ingin travelling sehat, kalian juga bisa memilih untuk membeli salad atu buah di sini. Kalau kalian membawa makanan jadi dari Indonesia (abon, sambel, kering tempe, dsb), kalian bisa membeli nasi yang sudah jadi di konbini (80-150 yen perbuah). Kalian hanya perlu masukkan nasi ke microwave, tunggu sampai berbunyi “cin!!!”….jadilah nasi hangat, lembut, dan nikmat ala Jepang. Tinggal taburi sambal, lauk, atau topping nikmat yang kalian bawa dari Indonesia.

Berbagai jenis onigiri yang tersedia di convenience store

4. Family Restaurant

Jepang terkenal akan banyaknya franchise family restaurant yang menjamur di tiap sudut kota. Family restaurant atau yang biasa disingkat dengan “famiresu” adalah sebuah restoran yang menyediakan menu yang beragam dan disajikan secara cepat. Karena banyak restoran yang membuka jaringan waralaba di seluruh negeri, pergi ke mana pun rasa makanannya dijamin sama. Banyak juga restoran yang buka selama 24 jam sehari dan diramaikan oleh banyak pengunjung sampai tengah malam.

Ciri khas dari restoran ini adalah drink bar. Dengan harga tetap, kalian bisa minum minuman ringan yang tersedia sepuasnya. Menu yang ditawarkan di famiresu ini juga beragam dari menu ala carte khas Jepang hingga perpaduan antara masakan Jepang dan barat. Beberapa contoh waralaba famiresu ini di antaranya adalah: Otoya, Yayoiken, Saizeriya, Jonathan, Royal Host, Bamiyan, dsb.

Nuansa Family Restaurant

5. Fast Food

This is the least option I can recommend you guys. Prinsip saya, sebisa mungkin tidak makan junk-food selama traveling. Retail-retail fast food yang ada di Jepang pun tidak jauh berbeda dari yang ada di Indonesia. McDonalds, KFC, Subway menjamur di setiap sudut kota. Kurang lebih sama lah dengan di Indonesia. Dan memang, selain kalian bisa dine-in sampe puas, bahkan di MC Donald’s terdapat free wifi, harganya pun relatif lebih murah dibanding jika kalian makan di restaurant (tetap lebih mahal McDonalds di Jepang dari di Indonesia sih). Namun, saat mengunjungi tempat baru, mengapa tidak mengicip cuisine khas daerah tersebut. Toh makan bukan cuma urusan “asal kenyang” atau “asal tidak lapar”, melainkan memilih asupan makanan yang berutrisi juga amatlah penting untuk tubuh.

Akan tetapi saya juga tidak memungkiri bahwa akan tiba saatnya kita harus masuk mode super berhemat dalam urusan makan. Kalau kalian tipe yang suka fast food, mungkin opsi ini boleh jadi preferensi kalian. Bagi yang bukan tipe pecinta fast food, opsi lainnya (take away, soba, family restaurant, convenient store) bisa dijadikan prioritas.

Akomodasi/Penginapan

1. Travel Site

Untuk urusan penginapan, tidak dipungkiri jika kalian memang harus merogoh kocek lebih di Jepang. Biaya sewa hotel di Jepang memang terbilang cukup tinggi, sedangkan secara pribadi saya tidak terlalu menyukai capsule hotel. Tapi, jangan khawatir di jaman yang serba digital ini, banyak sekali opsi budget friendly dan promo yang ditawarkan accomodation sites seperti Airbnb, booking.com, agoda.com, dll.

Bagi yang belum pernah mendaftar Airbnb, kalian bisa mendapatkan kupon sebesar Rp 100.000 dengan signup di sini.

Booking.com

2. Daerah

Hal penting yang harus kalian perhatikan dalam memilih akomodasi adalah daerah/wilayah. Jangan sampai kalian tergiur dengan harga murah namun leteknya di pelosok yang sangat susah di akses atau jangan juga memilih yang teramat pusat kota sehingga kalian mendapatkan harga yang tinggi (tidak budget friendly). Carilah akomodasi yang letaknya tidak di Tokyo-ku. Segala macam akomodasi yang masuk kawasan Tokyo-ku sangatkah mahal. Mungkin ada sih yang murah, tapi kebanyakan ya sempit, atau mungkin tidak terlalu nyaman. Prinsip saya setiap memilih akomodasi adalah kenyamanan adalah poin utama. Setelah seharian travelng mengeksplor kota, maka penginapan tempat bersitirahat haruslah senyaman mungkin.

Lokasi yang terjangkau dari dan ke Tokyo serta merupakan best deal bagi kalian para pelancong budget adalah di dalam Kanagawa prefecture. Bisa di Kawasaki atau pun Yokohama. Mengapa dua kota ini? Akses kereta sangat banya dan mudah di kedua kota ini. Untuk mencapai Tokyo pusat kalian hanya memerlukan jarak tempuh sekitar 30 menit saja menggunakan kereta JR line atau kereta swasta seperti Tokyu line, Keikyu line, Sotetsu line, Den en toshi line, dsb.

Booking.com

Transportation

1. JR Pass

Salah satu keuntungan sebagai turis di Jepang adalah kalian bisa membeli JR Pass. Untung? Percaya deh, untung banget. Kalau kalian merupakan tipe petualang, JR Pass wajib sih. Selain bisa lebih murah dalam mengeksplor Jepang dari ujung utara hingga selatan, JR Pass ini bisa untuk semua moda transportasi di Jepang yang berada di atas rel. Yap, ini berarti kalian juga bisa pakai shinkansen (bullet train) unlimited menggunakan pass ini. Bayangkan, normalnya sekali naik shinkansen saja (misal dari Osaka ke Tokyo) kalian harus merogoh kocek 1.7 juta rupiah. Itu hanya satu arah, belum arah baliknya. Kalau dengan JR Pass, all-in dapat kalian dapatkan hanya dengan membayar sekitar 4-5 juta (tergantung rate JPY-IDR). Bahkan kalian bisa menggunakan shinkansen sampai Hokaido yang notabene lintas pulau.

Japan Rail Pass

2. Bus malam

Bagi kalian yang budget traveler dan berjiwa petualang, tenang…JR Pass tidak wajib kok. Banyak opsi lain untuk berkeliling antar kota di Jepang, salah satunya adalah dengan menggunakan bus. Harganya pun relatif lebih murah dibanding shinkansen, biasanya berkisar 30-50% harga shinkansen. Untuk perjalanan yang jauh (misalnya Osaka-Tokyo=kurang lebih 7 jam), saya sarankan kalian menggunakan bus malam agar tidak membuang waktu. Bus nya pun sangat nyaman, beberapa ada yang menyediakan toilet. Akan ada beberapa pemberhentian di rest area dan driver akan memberi tahu jam berapa kalian harus sudah kembali ke dalam bus saat di rest area.

3. Car Rent

Bagi kalian yang suka roadtrip, rasanya tidak afdhol jika tidak mencoba road trip di Jepang. Cara untuk menyewa mobil di Jepang cukup mudah, asalkan kalian mempunya sim Internasional. Tinggal pergi ke tempat bertuliskan Rental Car/renta-ka/レンタカー , kalian sudah bisa menyewa mobil sesuai dengan selera.

Berikut beberapa contoh tempat untuk menyewa mobil di Jepang: Toyota Rentacar, Nippon Rentacar, Orix Rentacar, Times Car Rental, etc.

Sebaikanya kalian booking online dahulu ya sebelum menyewa.

Biaya sewa mobil adalah sekitar 5.000 yen per 24 jam untuk mobil yang berukuran sub-compact, 7500 yen untuk ukuran compact, 10.000 yen untuk mobil ukuran sedang, 15.000 yen untuk mobil ukuran besar, dan 20.000 yen untuk model van. Tarif bisa meningkat saat peak season, terutama di Hokkaido. Banyak juga perusahaan yang menawarkan tarif untuk sewa jangka waktu pendek yakni sekitar hingga 6 atau 12 jam. Untuk lebih detail mengenai biaya sewanya, silahkan dilihat di web masing-masing provider.

Jangan lupa mempersiapkan kartu ETC untuk bayar tol di Jepang ya.
ETC ini menggunakan dua alat, yaitu card reader dan kartu ETC. Dengan alat ini yang ditaruh di mobil, pengemudi tinggal masuk gerbang tol dan pintu akan terbuka sendiri. Untuk bisa punya kartu ETC di Jepang, kalian wajib punya kartu kredit yang link ke kartu ETC.

Time Rental Car

Shopping

1. Tax Free Shop

Another tourist benefit! Sebagai upaya menarik foreigner yang datang ke Jepang untuk melancarkan siklus perekonomian, pemerintah Jepang sedang gencar-gencarnya mempromosikan Tax free di hampir kebanyakan department store atau outlet-outlet yang ada di Jepang. Menurut saya, yang paling menguntungkan adalah jika kalian belanja di toko elektronik. Bayangkan saja, misalkan kalian membeli Macbook seharga 30 juta. Tax nya saja (8%) bisa 2.4juta sendiri kalau kalian membeli normal tanpa tax redeemption.

Di beberapa toko, kalian mungkin bisa mendapatkan tax return langung dari toko. Tetapi perlu diingat, ada juga beberapa kasus di mana kalian harus menyimpan receipt pembayaran, kemudian kalian baru bisa mendapatkan tax redeemption di bandara sebelum kembali ke negara asal.

2. Drug Store

Yap, drugstore adalah tempat untuk belanja oleh-oleh murah. Bagi yang ingin cosme-haul, di sinilah tempatnya. Tapi, drugstore di sini bukan cuma menjual kosmetik atau obat ya. Di drugstore juga dijual peralatan mandi atau bersih-bersih seperti sabun, shampoo, detergent, dll. Tidak hanya itu, makanan ringan seperti coklat, snacks, atau calorie bar juga bisa kalian temui di drugstore. Tidak sulit menemukan drugstore di Jepang, bahkan hampir di tiap sudut kota kalian bisa menemukannya mulai dari yang kios yang berukuran kecil, sedang, sampai giant. Matsumoto Kiyoshi, HAC, Welcia, Sundrug, Tomod’s adalah beberapa kios drugstore yang dapat kalian temui di Jepang. Biasanya mereka ada campaign tertentu dengan diskon sangat menggiurkan loh untuk beberapa produk.

Drugstore di Jepang

3. 100 Yen Shop

Siapa yang tidak tau 100 Yen Shop khas Jepang. Yap, 90% barang di 100 yen shop benar-benar seharga 100 yen (12.000-13.000 rupiah). Produk yang ditawarkan pun bervariasi dari mulai makanan ringan, kebutuhan sehari-hari, dekorasi, peralatan dapur, perlengkapan kebersihan, hingga sovenir khas jepang. Benar-benar mensuplai perlengkapan dan kebutuhan sehari-hari. Beberapa 100 yen shop yang banyak tersedia di sudut-sudut kota di antaranya adalah Daiso, Seria, CanDo, bahkan Lawson pun mengeluarkan retail 100 yen shop yang diberi nama Lawson100.

100 yen shop

4. Super/Mega-Market

Don Quijote atau yang biasa dikenal dengan Donki Hote/ドン・キホーテ! Sudah cukup terkenal di telinga kita kan? Eksistensinya sebagai super bahkan mega market yang literally menjual semua kebutuhan sehari-hari bahkan yang aneh-aneh (benda-benda cosplay, dll) rupanya sangat mengundang minat foreigner untuk menyempatkan berkunjung ke retail ini saat berkunjung di Jepang. Harga produknya juga tidak terlalu mahal jika dibanding harga di supermarket.

Asakusa Don Quijote

Jadi, bagaimana menurut kalian? Liburan ke Jepang kelihatannya murah atau mahal?



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *