Claudia's travel footprints

Seleksi untuk Student Exchange ke Jepang

Seleksi untuk Student Exchange ke Jepang

Saat ini saya duduk di semester 5 Teknik Elektro, Universitas Indonesia. Alhamdulillah saya diberikan rezeki oleh Allah SWT untuk dapat melakukan student exchange ke Jepang, yakni ke Tohoku University.  Memang sejak awal semester 4 saya sudah mempersiapkan apply student exchange. Semester lalu, saya juga telah mendaftarkan diri ke AUN dan bodohnya saya, saya melewatkan jadwal awancara saya begitu saja karena email yang saya subscribe untuk mendaftar adalah email yang jarang sekali saya buka. Akibat kejadian itu saya tidak ingin lalai lagi. Kali ini semuanya sudah saya persiapkan dengan matang. Awalnya saya mendaftar ke Tokyo Institute of Technology. Alhamdulillah saya lolos seleksi berkas Universitas. Tibalah saya pada hari H wawancara dengan kepala International Office UI. Ternyata saya tidak sendirian di sana. Cukup banyak mahasiswa lain yang mengantri giliran wawancara. Karena institusi tempat saya akan exchange ini hanya untuk rumpun science, maka “saingan” saya di sini hanya mahasiswa dari rumpun science seperti engineering dan computer science. Eitss, dan hampir semuanya sudah duduk di semester 6! Saya baru semester 4 dan nekat pada saat itu.

Akhirnya giliran saya untuk wawancara pun tiba. Seperti biasa, saya selalu nervous di awal apalagi ini interview dalam bahasa inggris. Akhirnya saya duduk di depan Bapak kepala International Office UI. Beliau bilang, beliau akan bertanya kepada saya dalam bahasa indonesia dan saya harus menjawab dalam bahasa inggris. Satu demi satu pertanyaan beliau saya jawab. Lama kelamaan rasa nervous saya hilang dan mulai enjoy dengan alur wawancara tersebut.

Berikut adalah tips dari sudut pandang saya saat melakukan interview / wawancara :

 

1. Jadilah diri sendiri
Jangan menjadi orang lain saat wawancara, apalagi mengarang cerita. Biasanya interviewer akan bertanya soal kegiatanmu di kampus dan apa saja yang sudah kamu raih.

2. Ceritakan mimpimu setinggi mungkin, jangan ada kata impossible
Semakin menarik mimpimu maka ceritamu akan semakin menarik. Interviewer suka dengan siswa yang masih memiliki mimpi tinggi walaupun sebagian orang akan menganggap impian itu tidak mungkin. Dan tentunya impian tinggi juga harus seimbang dengan usaha-usaha kalian. Ceritakan juga usaha apa saja yang telah kalian lakukan demi menggapai mimpi tersebut ( Saya bercita cita sekali menjadi astronot kelak!  )

3. Optimis
Jadilah mahasiswa yang optimis, jangan takut gagal.

4. Bersemangat
Tunjukkan semangat kalian kalau kalian memang cocok untuk mengikuti pengalaman berharga ini. Tersenyumlah sesekali, dua kali, tiga kali….. 🙂

5. Cinta tanah air
Ini merupakan salah satu dari yang paling penting. Tunjukkan kalau apa yang akan kalian lakukan di masa depan itu semata hanya untuk tanah air yang lebih baik. Agar tanah air kita jaya karena prestasi kita atau research kita kelak yang berguna untuk tanah air.

6. Stay polite
Ini yang paling penting yaa.. tetaplah sopan pada interviewer. Be humble!

Akhirnya saya selesai melakukan interview. Saya keluar ruangan.
Sekitar satu minggu setelah interview tersebut saya mendapat email yang sangat membuat saya bahagia. Di email tersebut berisikan pengumuman 3 nama mahasiswa yang lolos seleksi universitas dan direkomendasikan oleh UI untuk apply di Tokyo Institute of Technology (TITECH). Salah satu dari ketiga nama tersebut adalah nama saya. Keesokan harinya saya mendapatkan email lagi dari IO UI kalau pengumuman yang kemarin direvisi, yang lolos tidak jadi 3 nama melainkan 2 nama saja. Dan diantara dua nama tersebut nama saya tetap tercantum. Alhamdulillah, saya senang sekali. Akhirnya saya diminta untuk mengisi online application di titech. Pertama-tama saya harus memilih professor yang akan menjadi student advisor saya, kemudian topik research, membuat essay, dan meminta rekomendasi dari dosen di kampus.

from Tokyo Institute of Technology to Tohoku University


Tapi di awal saya bilang akan student exchange ke Tohoku kan? Apa yang terjadi dengan Tokyo Institute of Technology yang saya sudah apply?

Ini berawal ketika saya sudah selesai mengirimkan formulir aplikasi dan surat surat yang dibutuhkan oleh pihak titech.  Sekitar seminggu setelahnya pihak titech memberitahukan bahwa pihaknya hanya akan menerima international student yang sedang duduk di tahun ketiga akhir, sedangkan saya masih akan memasuki tahun ketiga.  Saat itu saya langsung pergi ke international office UI di rektorat untuk menyampaikan perihal ini. Pihak IO mengaku tidak tahu dan menyarankan saya untuk mendaftar dan apply lagi untuk ke tohoku university atau mempostpone keberangkatan saya ke titech. Saya pun memilih untuk apply tohoku. Ternyata saya tidak perlu lagi melakukan wawancara atau seleksi dokumen dari IO karena saya otomatis kandidat yang akan berangkat exchange ke tohoku University.  Alhamdulillah.

Bagi teman teman yang ingin exchange juga, jangan segan segan menghubungi international office di kampus kalian. Untuk anak UI bisa membuka www.international.ui.ac.id

Untuk informasi student exchange Tohoku dibagi 2 yakni JYPE (Junior Year Program in English) untuk science engineering  dan IPLA (Internasional Program in Liberal Arts) untuk non science.
Di JYPE menurut saya sangat keren loh…. soalnya ada program research di lab. Kapan lagi kesempatan bisa ikutan research dengan professor/sensei di jepang.

Berikut link info JYPE http://www.insc.tohoku.ac.jp/english/exchange/jype/

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *