Claudia's travel footprints

Persiapan Sebelum Berangkat Ke Jepang

Persiapan Sebelum Berangkat Ke Jepang

Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk melakukan student exchange ke Tohoku University, Japan.  Berikut saya ceritakan persiapan saya.

1. Four Wheeled Suitcase
Membeli koper medium yang roda 4 dan cover luggage agar koper tidak rusak. Koper yang saya beli bukanlah koper yang mahal. Hanyalah sebuah koper berukuran 24” yang dibeli dengan harga Rp 250.000 saja. Cover suitcase nya lumayan mahal 140.000

2. Baju Batik untuk Cindera Mata
Membeli baju batik untuk saya dan calon sensi saya nantiBatiknya bagus tapi saya sedikit insecure dengan ukuran untuk profesor saya. Akhirnya saya belikan ukuran XXL untuk student Advisor saya dan XL untuk Professor saya

3.  Travel Comfort Tools
Beli bantal travel, headset untuk kenyamanan selama perjalanan

4. Travel Adapter
Beli colokan pipih yang akan sangan saya butuhkan unutuk mengisi daya laptop saya yang notabene di Indonesia menggunakan colokan silinder. Beda dengan jepang. Tegangannya juga beda yakni 110V.

 5. Winter Jacket
Membeli jaket bulu angsa dan coat di toko baju bekas impor di Malang. Satu buahnya hanya 50.000 rupiah loh.. Murah sekali dan kualitasnya juga sangat bagus. Yap, jaket ini diimpor dari China.

6.  Print out your necessary documents.
Mencetak kartu nama.  Karena saya exchange student, maka saya mencetaknya untuk keperluan akademis dan profesional.

7.  Learning Japanese
Darimana saya akan belajar bahasa jepang secara kilat? Saya belajar menulis hiragana dan katakana terlebih dahulu. Kemudian belajar dari buku kantong, aplikasi smartphone mengenai basic common conversation bahasa jepang, dan nonton dorama jepang. Yang paling mengasyikkan adalah bagian nonton dorama Jepang

8. Preparation of entertainment and learning materials
Memenuhi isi hardisk drive external saya dengan movie, software, dan materi pembelajaran dari para senior saya di kampus.

9. Exchange money at the best rate
Menukarkan uang. Ini adalah hal yang paling penting. Agar saya bisa bertahan hidup di Jepang sebelum beasiswa saya turun, maka saya menukarkan uang di money changer yang saya percaya. Saya menukar di VIP (Valuta Inti Prima) . Kursnya paling bagus saat itu dan keamanannya pun sangat terjamin. Lokasinya dekat stasiun Gondangdia dan tempatnya seperti bank. Anda ambil nomer urut kemudian menunggu nomor antrian dipanggil, setor uang dan terakhir menunggu nama anda dipanggil untuk diberikan mata uang yang kita inginkan. Diaksih kembalian juga loh kalau yang kita tukarkan tidak bulat. Saat itu 1 Yen = 112.25 Rupiah di sana

10. Life support storage
Belanja mie instant, teh, sarden,saus, penyedap rasa, detergen, sabun,dll. Untuk berjaga jaga barangkali saya kangen makanan Indonesia atau kantong saya menipis nantinya kalau kebanyakan makan dan jajan di luar.

11.  Confirm your baggage weight
Menimbang bagasi. Sebelum berangkat saya mau menimbang bagasi terlebih dahulu agar tidak excess baggage. Chargenya lumayan mahal. Untuk maskapai air asia charge dikenakan Rp 310.000 per kg untuk international flight. Mahal bukan?12.   Mengatur transportasi setelah sampai bandara karena pesawat saya hanya sampai di Tokyo sedangkan saya harus ke Sendai maka saya memutuskan untuk naik bus ke Sendai (pinginnya shinkansen, tapi mahal. Nanti aja lol  ). Akhirnya saya meminta tolong taman saya yg di jepang untuk memesankan tiket bus untuk saya dan teman teman saya. Biayanya 4500 yen per orang.

Di luar itu semua saya harap harap cemas lho apakah bagasi saya tidak excess? Yaaaaa semoga semuanya baik-baik saja.

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *